Home
PPSA
Renshi Hanyu
Percakapan
Anak-Anak
Huruf Tionghoa
Berita & Lain-Lain
Link & Sponsor

<<
Indeks

Support us by clicking the above link.

qing
ming
jie

 

Perayaan Qing Ming telah diadakan di Tiongkok selama ribuan tahun. Walaupun sebenarnya perayaan ini adalah hari untuk menghormati leluhur dan orang yang sudah meninggal, perayaan ini juga berhubungan dengan kehidupan dan keluarga. Qing Ming berlangsung pada awal musim semi, pada saat hari cerah dan terang yang mana juga merupakan asal namanya Qing Ming. Ini adalah waktu bagi tumbuh-tumbuhan baru mulai tumbuh sebagaimana Musim Semi yang merupakan kehidupan baru di alam.

Qing Ming adalah Hari Akhirat atau Hari Leluhur. Perayaan ini selalu jatuh pada tanggal 5 April. Bersamaan dengan 2 hari lainnya yaitu tanggal 15 bulan ketujuh dan tanggal 15 bulan kesepuluh kalender Lunar disebut Tiga Hari Akhirat. Ketiga hari tersebut semuanya ada kaitannya dengan sembahyang kepada dewa-dewa dan leluhur.


Qing Ming mendasari nilai keluarga Tionghoa.
Untuk memahami konsep ini kita harus melihat pada sistem kepercayaan fundamental orang Tionghoa. Selama beribu-ribu tahun, masyarakat Tionghoa telah teroganisir dalam suatu struktur untuk menghormati orang tua dan juga hak dan kewajiban. Ketaatan kepada leluhur faktanya adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem ini, dan secara alamiah merupakan perkembangan dari penghormatan kepada orang yang lebih tua yang masih hidup.

 
Merupakan kewajiban bagi anak cucu untuk menghormati orang yang lebih tua (dalam hal ini yang sudah meninggal), tetapi pada dasarnya sama bahwa merupakan tanggung jawab dari yang masih hidup ini untuk mengajarkan nilai-nilai tersebut ke orang yang lebih muda. Sehingga, walaupun festival ini untuk orang yang sudah meninggal, ini juga berhubungan dengan kehidupkan dan keluarga.

Kebiasaan sehubungan dengan Qing Ming.
Ada beberapa kegiatan pada hari Qing Ming, di antaranya:

  • (han shi), makan makanan dingin, merupakan makanan yang disiapkan terlebih dahulu dan disajikan tanpa dipanasi.
  • (ji zu), sembahyang kepada leluhur.
  • (ta qing), nyekar ke makam leluhur.
  • (can hua hui), hari-hari sebelum dan sesudah Qing Ming juga merupakan hari yang tepat untuk mulai memelihara ulat sutera. Pada hari-hari ini para petani ulat sutera bersembahyang kepada dewa ulat sutera memohon agar dapat hasil panen yang melimpah.
 

Pada umumnya, Qing Ming berhubungan dengan membersihkan kubur dan menghormati orang yang sudah meninggal. Termasuk di dalamnya memberikan makanan dan barang kepada orang yang sudah meninggal. Barang-barang tersebut biasanya merupakan tiruan yang terbuat dari kertas dapat berupa baju, dasi, arloji, bahkan speedboat. Semuanya dikirimkan dengan cara membakarnya. Seringkali uang dari Bank Neraka juga dibakar bersamaan dengan barang-barang ini. Uang-uang ini mengalihkan roh-roh jahat yang ingin mengambil barang-barang tersebut.

Pada saat roh-roh jahat tersebut mengejar Uang Neraka itu, barang-barang tersebut dapat tiba di tempat dengan selamat. Ini merupakan kegiatan keluarga yang biasanya diikuti oleh seluruh anggota keluarga bersama-sama ke tempat makam yang biasanya ada di luar kota.


<<
Indeks

Home
PPSA
Renshi Hanyu
Percakapan
Anak-Anak
Huruf Tionghoa
Berita & Lain-Lain
Link & Sponsor

Tanggal: 18 Maret 2002